Sayembara Housing Estate 2014 – Rumah Pendopo

Sayembara Housing Estate ini merupakan lomba terbatas yang diadakan oleh majalah Housing Estate untuk proyek Kotabaru Parahyangan dengan waktu pengumpulan pada 31 Agustus 2014 lalu.

Tujuan Lomba

Tujuan lomba mencari gagasan kreatif dan inovatif tentang rancang bangunan rumah tinggal sesuai konteks lingkungan dan tema yang diusung oleh perumahan. Rancangan rumah harus memenuhi kriteria rumah sehat, nyaman, aman dan dapat dikembangkan secara massal sebagai sebuah permukiman. Rancangan juga dapat memenuhi nilai estetika yang layak jual secara bisnis.

Tema Lomba

Setiap peserta diwajibkan memilih salah satu tema desain rumah yang ingin diikuti, yaitu :

  1. Rumah Tepi Danau

    Kategori rumah berada di kaveling lereng (down slope) dengan pandangan ke arah danau (lake view).

  2. Rumah Tempo Dulu,

    Kategori rumah berada di kaveling datar dengan konsep rumah yang mengusung spirit
    kota Bandung zaman dahulu.

Saya memilih tema “Rumah Tempo Dulu” karena ingin mengangkat kearifan lokal daerah Bandung masa lampau. (Walaupun sebenarnya hasilnya tidak seperti yang saya inginkan 😀 😀 😀 )

Pedoman Perancangan

Kaveling datar Bandung Tempo Dulu 14×37,08 m2
Luas Bangunan +/- 300m2
Rumah terdiri dari satu atau beberapa massa bangunan
Tinggi bangunan 1 lantai

Site Plan

Site Plan

Denah

Denah

Tampak

Tampak

Potongan

Potongan

Detail Fasad & Spesifikasi Material

Detail Fasad & Spesifikasi Material

Perspektif

Perspektif

Konsep Pola Ruang

Konsep Pola Ruang

Perspektif

Perspektif

Perspektif Interior

Perspektif Interior

Perspektif

Perspektif

Perspektif

Perspektif

RAB

RAB

Dan ternyata, sayembara saya kali ini pun gagal lagi. Masuk 50 besar pun tidak 😀 . Tapi saya tidak berkecil hati. Yang penting saya mengumpulkan karya dan karya saya selesai dan sampai ke tangan dewan juri 😀 😀 .

Setelah saya telusuri, kesalahan saya adalah :

  1. Kurang menariknya penyajian karya, kemudian kurang menariknya fasad yang saya desain untuk sebuah perumahan elite.

  2. Desain terlalu terbuka karena menginginkan view yang maksimal ke arah danau, sehingga memungkinkan serangga mudah masuk ke dalam rumah.

  3. Fasad mudah dimasuki pencuri 😀 😀

  4. Kurangnya diagram-diagram konsep yang menarik ( karena keterbatasan waktu 😀 )

  5. Nilai RAB yang terlalu tinggi.

  6. Dan kekurangan lain yang tidak saya sadari 😀

Namun bagi saya yang terpenting adalah prosesnya. Bagaimana mendapatkan pola ruang seperti itu, darimana referensi yang diambil, dan bagaimana fasad terbentuk melalui material-material yang ada. Dan kesempatan masih sangat banyak sekali asalkan kita mau berkarya. ( Untuk menghibur diri sendiri 😀 😀 😀 )