Atelier Enam yang Lalu :D …

1,8 tahun yang lalu….

Sidang kelulusan telah dilaksanakan, yudisium pun telah usai. Semua mahasiswa waktu itu dalam keadaan tenang dan beristirahat. Mungkin sebagian tengah menyiapkan seremonial kelulusan, wisuda… Ada pula yang langsung pulang ke kampung halaman membawa berita gembira kepada keluarga. Tapi tidak dengan diri ini… 😦

Sejak sidang telah selesai dan perbaikan telah dikumpulkan, diri ini sibuk mencari konsultan mana yang baik untuk diri ini masuki. Di dalam hati berkata, ” Jangan sampai diri ini menjadi seorang pengangguran! ” Tekat yang begitu keras dengan kekeraskepalaan yang tak pernah berubah, diri ini terus mencari… dan mencari…

Hingga akhirnya… diri ini mencoba bertanya ke Atelier Cosmas Gozali. Dan tap… email dibalas. Pihak Atelier Cosmas Gozali meminta diri ini mengirimkan portfolio dan CV. Selang beberapa lama email tak kunjung dibalas, diri ini menunggu…dan menunggu… Sementara, kesempatan kedua tiba. Atelier Enam Arsitek datang ke kampus mencari bibit baru yang akan dibawa ke Jakarta. Saat itu persyaratannya IPK minimal 2,75. Dengan percaya diri, diri ini pun mengikuti tes yang diberikan pihak Atelier Enam. Bersama 3 orang teman,Β Muhammad Irsyad Fajar, Mahfuzhan Hasyim Yahya Harahap, dan Rendi Rahman πŸ˜€ . Padahal, perjanjian dengan romo adalah, – harus pulang ketika kuliah di Padang telah selesai – . Namun itu tidak diri ini gubris πŸ˜€ . Diri ini masih ingin berpetualang selagi muda. Ingin menjelajah banyak tempat selagi masih bisa πŸ˜€ . Dan ingin mengembangkan diri seluas-luasnya πŸ˜€ #mimpi .

Diri ini masih ingat, saat itu tes yang diberikan adalah mengambar 3D rumah dinas gubernur Jokowi. Hmm… bisa dikatakan rumit karena tinggi lantainya gak ketemu. Melihat ketiga orang teman sudah lebih cepat mengerjakan tes tersebut, diri ini merasa tertinggal karena lebih mendahulukan gambar detil. Rasa-rasa gambar tidak akan selesai. Dan benar, tidak ada yang bisa menyelesaikan gambar 3D tersebut dalam waktu 3 jam πŸ˜€ πŸ˜€ πŸ˜€ . Bapak Mustafa dan Bapak Hartono harus pulang ke Jakarta sore itu juga. Siap tidak siap tes harus dikumpulkan. Ya ya ya… Kami pun menunggu hasil tes.

Tes dari Atelier Enam belum diumumkan, ternyata Atelier Cosmas menghubungi diri ini untuk interview minggu depannya. Terjadilah dilema antara duo atelier yang berbeda πŸ˜€ Pihak Atelier Cosmas terus menanyakan dan saat itu aku beralasan masih belum bisa berangkat ke Jakarta karena harus menyelesaikan kelulusan. Sementara itu, jauh di dalam lubuk hati yang paling dalam, diri ini pun sebenarnya ingin kembali ke Budi Pradono Architects. Merasa ada yang belum diri ini dapatkan di sana. Dilema pun terjadi untuk 3 tempat. Diskusi demi diskusi dengan orang tua, dengan teman, dengan ex kekasih, dan terus berpikir…

Dan saat itu diri ini diminta untuk pulang ke Jambi oleh romo membicarakan itu. Akhirnya, karena melihat tekad yang kuat dari diri ini, romo pun mengizinkan merantau jika diri ini diterima di antara 3 pilihan tersebut.

Saat itu, Maret 2012, bertepatan dengan persiapan pernikahan sepupu, Atelier Enam menghubungi via handphone. Mengatakan bahwa mereka menerima diri ini untuk bisa bekerja di perusahaan mereka. Antara senang dan bimbang, diri ini pun menghubungi teman-teman yang ada di Padang. Mereka lulus dan akan berangkat ke Jakarta awal april sesuai permintaan Atelier Enam. Masih dengan kebimbangan dan dilema, akhirnya melalui proses berpikir dan diskusi lagi, diri ini pun akhirnya memilih Atelier Enam, menghubungi Atelier Cosmas menolak secara halus bahwa tidak bisa menghadiri interview yang telah ditawarkan waktu itu dan diri ini tidak dapat menghadiri pernikahan sepupu karena harus segera berangkat ke Jakarta bersama ketiga teman melalui Padang.

Β Flight to Jakarta ….

Β Awal pertama masuk, kita diterima dengan baik. Hari-hari berjalan dengan baik. Cerita baru dimulai. Dan teman-teman baru pun bermunculan :D.

Ini adalah Fitri ( kanan ), my dearest friend when I was in Atelier Enam, until now, she is my best friend πŸ˜€ .Β Dia lulusan Arsitektur Universitas Indonesia angkatan 2008. Anaknya manis, rempong, dan suka nguping. Sebenarnya baik sih πŸ˜€ Aku memanggilnya ” Itik “, singkatan dari Fitri — menjadi Itik —

IMG_20140410_100908

Fitri ( kanan )

IMG-20140410-WA0001

Lagi nyobain kaca mata ala Bung Hatta, pamer ke diri ini dan minta difotoin πŸ˜€ , katanya habis dicuci pakai Sunlight pencuci piring biar kinclong πŸ˜€ ( abaikan yang lagi ngintip )

10518297_662088240532306_750785861_n

Sukanya jajan. Gak suka makan nasi. Awal bulan selalu ngajak makan di luar πŸ˜€

Ini adalah Egi dan Dani, anak magang dari Institut Teknologi Bandung angkatan 2009. Juara Sayembara Future Arc 2012 ( kalo tidak salah tahun 2012 πŸ˜€ ) Anaknya pendiem kalo di kantor, pinter, dan lucu πŸ˜€ . Mereka hanya 3 bulan di Atelier.

at6ar

Dani ( sudut kiri ) dan Egi ( yang disebelah dani baju kotak-kotak ). Kalo nggak salah foto ini diambil sehari sebelum libur lebaran 2013

Ini Teh Alline ( kalo tidak salah penulisan namanya gitu, karena dia suka marah kalo penulisan namanya salah πŸ˜€ πŸ˜€ ) . Alumni arsitektur UI angkatan 2006. Gaya ngomongnya nyunda banget, orang Bogor soalnya. Anaknya tomboy, pinter dan baik. Sampai-sampai Fitri jadi minder sama teteh walaupun sama-sama alumni UI πŸ˜€

IMG-20140403-WA0024

Teh Alline ( tengah )

Ini Bahar, temen sepupuku, Gerald, alumni mahasiswa arsitektur Universitas Pancasila, Jakarta angkatan 2006. Dia mirip banget sama Nobita. Hmm… terkadang orangnya menyebalkan dan usil. Tapi sebenarnya baik sih… ( kadang-kadang… 😐 , karena pernah nebengin diri ini pulang ke kos naek motor )

10401553_691629790885508_153410828_n

Bahar ( yang pake kacamata )

Ini Arvan, si kembar. Dan kembarannya ada di Airmas Asri, kantor sebelah, tetanggaan ceritanya :D. Dia alumni dari UII Jogja angkatan 2007. Anaknya pendiem. Tapi diem-diem juga usil. Hobinya ngeditin foto temen-temen kantor terus di share ke whats app grup πŸ˜€ . Menghibur sih kalo lagi waktu senggang πŸ˜€ Semua temen-temen udah pernah jadi korban keusilan editan fotonya, kecuali diri ini. Hmm… mungkin diri ini terlalu galak sehingga dia tidak berani usil pada diri ini πŸ˜€ πŸ˜€

10413261_797936866892769_748956733_n

Arvan ( tengah baju hitam yang tangannya peace )

 

Ini anak-anak magang juga, tapi dari STM Jakarta. Namanya Ustman, Dean, Amril. Anaknya kadang-kadang usil dan menyebalkan. Tapi sebenernya juga baik πŸ˜€ ( karena ngebantu diri ini menyelesaikan gambar kerja Menara Parkson πŸ˜€ )

IMG_20140524_160523

Utsman ( yang lidahnya keluar ) , Dean (yang pake topi tas selempang ), Amril (yang di sebelah Dean )

Kalo yang ini drafter Atelier yang paling kocak, Usup ( baca Usyuup…panggilan diri ini buat dia ), Mas Edi, Pak Suradi, Aloy. Mereka baik karena udah ngebantu menyelesaikan gambar kerja diri ini juga πŸ˜€ πŸ˜€

10413261_797936866892769_748956733_n

Usyuuup ( baju merah di tengah di sebelah komting ) , Mas Edi (yang botak baju hijau ) , Aloy ( yang tangannya gaya Naruto, baju putih )

Nah ini Alam mbah dukun :D, anak UGM yang kadang-kadang menyebalkan. Tapi lucu. Yah, salah satu teman cerita diri ini juga πŸ˜€ . Hobinya ngumpulin nyamuk kalo lembur πŸ˜€ πŸ˜€ . Sekarang dialah yang menggantikan aku menyelesaikan Menara Parkson ( yang ownernya menyebalkan sangat πŸ˜€ ) Tapi dia baik banget sama Lilid, juniorku di kampus yang lucu πŸ˜€

10560961_433262376815688_592905687_n

Alam ( kiri ) , Bu Mawar ( kanan ) yang membantu aku menyelesaikan Menara Parkson πŸ˜€ Itu di belakang pondasinya udah dipasang

Lilid ini junior angkatan 2010 di kampus diri ini. Ibunya adalah ketua jurusan arsitektur di Universitas Bung Hatta. Dulu dia pernah aku pengaruhi supaya gak jadi magang di Atelier Enam. Tapi sepertinya tidak terpengaruh. Ya maksudnya baik, biar dia bisa mendapat pengalaman lain ketimbang di Atelier karena anak Bung Hatta udah kebanyakan di Atelier. Kalo anak Bung Hatta saja isinya, pergaulannya tidak akan berkembang πŸ˜€ Tapi dia tetap bersih keras ke Atelier. Yah apa boleh buat jika Lilid memaksa πŸ˜€ πŸ˜€ (gaya Teh Alline πŸ˜€ )

DSC_0091

Lilid yang lucu πŸ˜€

Yang terakhir ini adalah my brother’s sejak kuliah. Merekalah yang selalu bersamaku di Jakarta πŸ˜€ . Fajar, anaknya lucu tapi kadang menyebalkan, selalu menjadi penghibur dikala semua orang suntuk. Dengan segala kekonyolannya, diri ini rindu πŸ˜€ . Mahfuzhan, ketua kelas ( komandan tingkat ) sejak di bangku kuliah, sampai seumur hidupnya pun dia tetap akan menjadi komting (sudah takdirnya πŸ˜€ ). Rendi, orang yang selalu sibuk dengan gadgetnya dan tidak pernah berhenti menelfon sampai kena marah bos πŸ˜€ . Tapi dari semuanya, dia yang paling perhatian pada diri ini. Waktu kuliah ibunya sering mengirimkan sambal buat diri ini πŸ˜€ . Dan pada dasarnya mereka semua adalah sahabatku yang baik πŸ˜€

IMG_20140525_143716

Fajar ( tengah ) . Diri ini nggak tau kenapa ekspresi dia begitu shock πŸ˜€

Camera 360

Fuzhan, Fajar, Rendi

IMG-20131016-00039

Ulang tahun Fuzhan

kk adiak

Berasa kayak foto keluarga πŸ˜€ Rendi sering gak kelihatan di foto karena dia yang suka fotoin πŸ˜€

kebahagiaan rt 1 atelier…

Selalu ada waktu untuk selfie di setiap kesempatan πŸ˜€

IMG_20140311_183020

Selfie kalo udah mo pulang kantor πŸ˜€

IMG-20131018-00041

Selfie waktu boring πŸ˜€

IMG_20140107_202054

Selalu bahagia dikelilingi cewek-cewek πŸ˜€

DSC_03771

Nyobain tongsis baru Lilid πŸ˜€ pake fish eye cam

DSC_03751

Diri ini juga gak tau apa maksud dari foto ini :d πŸ˜€

DSC_03741

Selalu berusaha bahagia di setiap kesempatan πŸ˜€

DSC_03731

Satu scene dengan beragam gaya πŸ˜€

at6ar

Paling suka foto ini :d

IMG-20140311-WA0005

Nggak tau mau foto pake kamera siapa πŸ˜€

IMG-20140312-WA0002

Diri ini tidak tau apa tujuan dan maksud foto ini πŸ˜€

IMG-20140311-WA0002

Oh, mungkin seperti di penjara kaca πŸ˜€

IMG-20140403-WA0019

This is my dearest friend πŸ˜€

IMG-20140403-WA0020

Teman cerita dan juga teman gosip πŸ˜€

mati lampu…

Selalu ada senyum dalam keadaan apapun. Saat mati lampu pun menjadi waktu bahagia untuk selfie πŸ˜€

IMG-20140403-WA0014

Gaya superman

IMG_20140403_192628

Saat diri ini kurusan karena putus cinta πŸ˜€

IMG-20140403-WA0041

πŸ˜€

IMG-20140403-WA0034

I always missing this moment ;(

ngerjain sayembara…

Kita memang nggak pernah menang sayembara. Tapi usaha selalu ada πŸ˜€ Di tengah kesibukan kerja, kita sempatkan begadang semalaman untuk ngerjain sayembaraan sama-sama. Sampai rela kesiangan dan telat kerja juga kadang-kadang. Selalu ada cekcok dan dongkol, tapi selalu berujung damai πŸ˜€

20131115_183753

Sebelum pengumpulan karya πŸ˜€

Camera 360

Pamer panel ceritanya πŸ˜€

Camera 360

Tetep PD meskipun pake celana pendek dengan kaki berbulu πŸ˜€ . Lihatlah dinding kamar yang jadi papan tulis πŸ˜€

RENDI’S FARWELL

Empat orang mahasiswa arsitektur Universitas Bung Hatta datang ke Jakarta, satu orang ternyata lebih dulu meninggalkan diri ini, Fajar, dan Mahfuzhan, yaitu Rendi 😦 . Dia harus ke Papua Nugini karena pekerjaan yang baru. Dan kita tinggal bertiga πŸ˜€

IMG-20140403-WA0029

Rendi’s farewell. Kita kasih kado segitiga di dalam kotak itu πŸ˜€ xixixi…

IMG_20140326_143848

Makan bareng sebelum Rendi pergi πŸ˜€

0354

Selalu menciptakan kebahagiaan

0367

Pinjam bantal love di ruang karaoke πŸ˜€

0376

Yang berarti we love you Rendi πŸ˜€

IMG-20140403-WA0002

Kalo gak salah ini foto terakhir πŸ˜€

kagunan … bedah buku bapak adhi moersyid…

Bapak Adhi Moersyid adalah senior arsitek di Atelier, Beliau adalah founder Atelier Enam bersama ke-5+1 arsitek lainnya. Mei 2013 yang lalu beliau mengadakan peluncuranΒ buku mengenai karya-karyanya yang ditulis oleh istrinya sendiri di Museum ex STOVIA. Selain itu juga di acara tersebut buku yang berjudul Kagunan tersebut juga dibedah bersama beberapa penulis, salah satunya Imelda Akmal yang turut hadir di acara tersebut πŸ˜€

Di kesempatan tersebut, kartini-kartini arsitek turut menjadi panitia di acara tersebut. Persiapan cukup simpel, hanya mencari kebaya yang sama dan make up πŸ˜€ ( hal yang jarang aku lakukan πŸ˜€ ) Dan satu hari kantor begitu sepi tanpa kartini-kartini ini πŸ˜€

IMG_20140507_132310

Foto sama Satrio, gitaris ALEXA, anaknya Pak Adhi Moersyid πŸ˜€

IMG_20140506_174052

Kagunan

IMG_20140506_145324

Kartini-kartini Atelier Enam πŸ˜€ ( Bu Eka, Bu Tuti, Teh Alline, Fitri, Anak Pak Ruchjat, Diri ini πŸ˜€

Gathering…

Kedekatan pun tercipta ketika Teh Alline, Arvan, Bahar, dan Mas Edi kembali ke kantor Atelier Enam. Sejak kedatangan kami April 2012, mereka harus menjalankan tugas untuk mengerjakan Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta di kantor lain. Momen-momen pun tercipta.Β Dari bercerita iseng, makan siang, karaoke, jajan, sampai nonton bareng. Hingga akhirnya karena kedekatan singkat itu kami pun mencetuskan sebuah ide untuk gathering bareng. Yang awalnya hanya wacana untuk arung jeram bersama, tiba-tiba pembicaraan diketahui oleh senior-senior kantor dan berkembang, dan seluruh orang kantor pun ingin liburan bersama setelah 4 tahun tidak pernah ada acara bersama lagi di kantor. Dan mereka pun berharap Β kepada muda-mudi Atelier Enam menjadi panitia gathering.

Dan wacana pun menjadi rencana. Di tengah kesibukan tugas masing-masing, kita menjadi satu tim yang bekerja sama mewujudkan keinginan Atelier Enam. Dari mulai mencari lokasi yang sempat menjadi perdebatan antar senior, sampai menyiapkan segala keperluan acara dan hadiah. Akhirnya terpilihlah Pulau Ayer, Kepulauan 1000 sebagai tempat gathering πŸ˜€

IMG_20140525_111714

Panitia bersama Pak Mustafa dan istri πŸ˜€

IMG_20140525_110402

Selfie yang gak beraturan πŸ˜€

IMG-20140515-WA0004

Persiapan panitia πŸ˜€

IMG-20140520-WA0009

Bungkus kado buat dorprize πŸ˜€

IMG_20140525_110337

Panitia bersama Pak Jana ( di sebelah alam dan Fajar, yang pake baju putih )

IMG_20140524_160523

Merahnya mentereng πŸ˜€

IMG_20140524_160338

Tiga gadis manis :D, Lilid, diri ini, dan Fitri ( itik )

DSC_0168

Biru tosca laut pulau 1000

DSC_0166

Lautnya tosca kalau pagi

DSC_0155

Senam Atelier dipimpin Ibu Henny πŸ˜€

DSC_0065

Seluruh peserta gathering. aku duduk paling depan πŸ˜€

DSC_0123

Sibuknya Itik jadi panitia

10413199_1412439905703390_1191646443_n

Difotoin Lilid πŸ˜€

DSC_0095

Spanduk yang dibikin Arvan

DSC_0096

Salah satu sudut Pulau Ayer

DSC_0097

Salah satu taman Pulau Ayer

DSC_0098

Taman bermain untuk anak-anak di Pulau Ayer

DSC_0099

Ini yang namanya buaya darat

DSC_0087

Tim ubur-ubur

DSC_0100

Games ular tusuk balon :d

DSC_0101

Menatap ke langit, yang tampak hanya rimbun pohon πŸ˜€

DSC_0102

Pasir Pulau Ayer

DSC_0116

Cottage Pulau Ayer

DSC_0119

Jalan setapak Pulau Ayer

DSC_0123

Diri ini hanya ingin memamerkan kelingking bengkok πŸ˜€ . Foto ini diambil saat games cari huruf. Diri ini tidak menemukan huruf – huruf yang disembunyikan, jadinya foto-foto sendiri πŸ˜€

DSC_0124

Sepertinya diri ini telah berjalan sejauh 500 meter entah dari mana πŸ˜€

DSC_0128

Kamar diri ini di belakang petunjuk arah.

DSC_0132

Cottage apung

DSC_0133

Cottage darat

DSC_0135

Pantai WAO, nggak tau juga kenapa dibilang pantai WAO

10387916_1426060284323247_1121506659_n

Akhirnya bisa foto juga di tugu selamat datang ketika sudah mau pulang πŸ˜€

Β Dan Pulau Ayer pun menjadi kenangan… ;(

BOGOR, RUMAH TEH ALLINE…Β 

Kepanitiaan gathering telah berlalu. Panitia pun mengadakan syukuran potong tumpeng di rumah Teh Alline di Bogor. Kita menghabiskan waktu bersama, bersenang-senang, bermaafan, dan bersyukur karena acara berjalan lancar πŸ˜€Β 

10471964_302789756547892_495109957_n

Selfie dengan tongsis Lilid

10467916_557393007705037_628575887_n

Diri ini juga tidak tau ini gaya apa

10467754_569703389812825_1415392435_n

Ceritanya harus keliatan gigi

10401633_510500949076477_138666184_n

Maen judi

10401553_691629790885508_153410828_n

Disuruh liatin gigi malah pada manyun

Dan sekarang… Atelier Enam adalah kenangan. Kenangan bersama teman-teman diri ini. Dan diri ini pernah berada disana merasakan eforia kebersamaan bersama mereka yang selalu diri ini rindukan. Entah mereka masih mengingat diri ini atau tidak, kenangan bersama mereka selalu terekam dalam memori diri ini. I miss U all…

FAREWELL me…Β 

Tidak ada yang istimewa dari kepergian diri ini. Diri ini sengaja tidak bilang dari jauh-jauh hari karena perpisahaan adalah hal yang menyedihkan 😦 . Tidak ada pilihan lain selain pulang ke kota kelahiran. Diri ini harus benar-benar sehat untuk bisa melanjutkan cita-cita kembali. Tidak pernah ada yang menginginkan sakit. Tidak pernah ada yang menginginkan pergi. Ada banyak orang yang membutuhkan diri ini. Diri ini harus tegar meskipun cita-cita harus ditinggalkan πŸ˜€ . Meskipun ada orang yang mengejek bahwa berkarya di daerah kurang keren, itu karena mereka tidak tau apa yang diri ini alami πŸ˜€

Menerima kenyataaan bahwa harus pulang dan tinggal bersama orang tua sempat membuat diri ini sedih berbulan-bulan, namun tidak boleh egois πŸ˜€ . Ada tempat terbaik di rumah. Dan kesembuhan pun mulai berangsur-angsur membaik bersama orang-orang yang selalu mencintai diri ini di sini πŸ˜€

Keterbatasanku memang mengantarkan aku pulang ke kampung halaman dan tak lagi bisa meneruskan cita-cita di kota besar, namun dengan semangat yang besar dan tekat yang kuat, aku yakin aku bisa mengubah apa yang mungkin belum aku sukai di kotaku sendiri πŸ˜€

10432023_267627540107842_2006348093_n

Sempat foto begini sebelum pulang lebaran 2014 kemarin πŸ˜€

IMG-20140725-WA0009

Sepertinya ini hari terakhir diri ini di Atelier

IMG-20140725-WA0007

Bersama Itik, Pak Mustafa, dan juga Teh Alline πŸ˜€

Sempat ditahan dengan Pak Fauzi untuk jangan pergi dulu sebelum Menara Parkson selesai. Tapi maaf bapak, orang tuaku telah memanggilku untuk pulang. Mohon doakan saja aku sehat agar aku bisa bertemu dengamu lagi suatu hari nanti πŸ˜€

10560961_433262376815688_592905687_n

Di depan proyek Menara Parkson yang sedang dilaksanakan pemasangan pondasi bersama Alam dan Ibu Mawar yang membantuku mengerjakan gambar kerja dan detail πŸ˜€

10499161_1443627932573513_1129049248_n

Bersama arsitekku, Bapak Fauzi dan senior arsitekku, Ibu Mawar

atelier Enam yang lalu….

Atelier Enam, tempat dimana aku menjejakkan kakiku pertama kali di dunia kerja. Tempat ini adalah momen berharga. Aku seperti masuk ke dalamnya ketika aku mendengar lagu-lagu yang sering diputar di radio Gen FM, dan Prambors saat sedang bekerja. Lagu-lagu yang sedang hits saat itu adalah lagu Petra Sihombing – Mine, lagu Raisha, lagu RAN, lagu John Legend – all of me, lagu Justin Timberlake – mirror…yang begitu melekat di memoriku. Ya…lagu sebagai gambaran dari sebuah masa.

Jika harus diulang, aku tidak ingin kembali. Biarlah takdirku di kota kelahiranku saja. Karena semuanya sudah digariskan dengan baik oleh Yang Maha Kuasa πŸ˜€ . Cukup semua yang telah aku lalui dalam hidup menjadi sebuah cerita untuk dijadikan pelajaran dan cerita. Aku bersyukur pernah berada di sana, pernah bertemu dengan arsitek-arsitek hebat di sana, pernah menjadi bagian dari Atelier Enam, pernah menggoreskan garis gambar untuk Menara Parkson, pernah makan siang dan bercengkerama di sana, pernah minum air teh buatan Bu Mul, pernah bercerita dan bercanda dengan Pak Mul, pernah tertawa bersama Bu Atik, pernah berteman dengan mereka semua. Dan jalan hidupku akan baik jika aku inginkan baik. Dan aku selalu yakin dari kutipan Dian Pelangi, —-kau akan tumbuh dimanapun kau ditanam—–

DSC_0364