WISATA JAMBI – PONDOK BRENTI, DESA BARU, KABUPATEN MUARO JAMBI, PROVINSI JAMBI

Kabupaten Muara Jambi terletak di sebelah utara Kota Jambi. Berjarak sekitar 17 km dari perbatasan Kota Jambi. Kabupaten ini merupakan tempat dimana  sejarah asal usul Jambi dimulai. Percandian Muara Jambi merupakan salah satu objek wisata di kabupaten ini. Dan merupakan komplek percandian terluas di Indonesia. Tapi siapa sangka, ada objek wisata baru di kabupaten ini. Bernama Pondok Brenti Desa Baru.

IMG_8886

Ini merupakan perjalanan baru dan pengalaman baru. Berjalan mengikuti arus kehidupan di tengah kesibukan bekerja, saya mencoba bergabung dengan komunitas JDCC ( Jambi Digital Camera Community ). Di hari pertama mengikuti kegiatannya, kita dibawa ke sebuah desa baru bernama Pondok Brenti Desa Baru. Berdiri sejak dua tahun silam, desa ini mencoba menjadi desa wisata baru di Provinsi Jambi.

Kedatangan tim JDCC dalam rangka ulang tahun yang ke-7 mengundang tim fotografer lainnya. Kegiatan ini ikut memromosikan Desa Baru ini ke luar lewat foto-foto yang dipotret oleh para fotografer senior (kecuali saya) yang sudah tentu akan dipublikasikan ke media sosial 😀

Kawasan ini dipelopori oleh empat pemuda daerah sekitar. Mereka terispirasi dari desa-desa wisata yang ada di Indonesia karena mengikuti berbagai pelatihan untuk memromosikan daerahnya.

IMG_8796

Di sini fokus saya tidak bercerita tentang fotografi meskipun saya telah bergabung di JDCC, tapi saya lebih bercerita tentang kawasan Pondok Brenti Desa Baru menurut saya sebagai calon arsitek dan juga penulis blog 😀

IMG_8797

Pertama memasuki Pondok Brenti Desa Baru ini kami disuguhkan dengan pemandangan khas desa-desa pada umumnya. Anak-anak bermain dengan riangnya. Bermain permainan gundu khas masyarakat Jambi. Masyarakat sekitar ingin menunjukkan kekhasan daerahnya kepada pengunjung Desa Baru.

IMG_8804

Ada pula ibu-ibu yang sedang menganyam tikar. Kegiatan menganyam tikar juga menjadi ciri khas masyarakat Desa Baru. Inilah kegiatan ibu-ibu rumah tangga tersebut di waktu senggang sembari bersenda gurau dengan tetangganya dan anak-anak mereka.

IMG_8815

Sepulang sekolah, anak-anak ini bermain bersama mengisi waktu mereka. Permainan kambing dan kancil di atas adalah permainan saya sewaktu kecil. Ternyata permainan ini masih ada sampai sekarang. Dan permainan ini sudah jarang sekali saya lihat di kota. Di sini masyarakat setempat ingin menunjukkan suasana khas desa mereka yang terasa kuat.

IMG_8817

Sebenarnya suasana tersebut merupakan suasana yang diciptakan untuk menggambarkan suasana pedesaan sebagai objek fotografi. Untuk pengembangan desa ini selanjutnya, suasana seperti ini akan terus diciptakan sebagai promosi daerah ini sebagai desa wisata. Kerja sama antar warga untuk memromosikan daerahnya sebagai desa wisata patut diacungkan jempol karena ibu-ibu dan anak-anak tersebut kompak menunjukkan kekhasan daerahnya menjadi objek fotografi.

IMG_8823

Skulptur bambu ini menjadi point of interest yang terletak di tengah kawasan dan memilikidaya tarik tersendiri. Masyarakat menunjukkan kreatifitasnya lewat ornamen-ornamen kawasan yang sederhana ini.

IMG_8827

Ada yang membuat saya terpesona di Desa Baru ini. Saya menemukan sesosok bunga bangkai yang baru kali ini saya lihat. Selama ini saya hanya melihatnya di internet dan di buku. Ternyata saya menemukan bunga bangkai ini asli dan merasakan aroma khasnya yang berbau khas bangkai. Luar biasa, bunga ini masih ada dan belum punah. Tanaman khas Sumatera yang menjadi primadona daerah ini bahkan telah dijadikan sebagai ikon daerah Muara Bungo.

IMG_8830

Berukuran tinggi sekitar 20 cm dengan diameter 15 cm. Bunga ini berbunga hanya sekitar 7 hari. Jarang sekali melihat bunga bangkai berbunga. Setelah berbunga seperti gambar di atas dan berbau, bunga ini akan mati. Tunas-tunas yang muncul dari tanah itulah yang akan berkembang lagi melalui fase vegetatif dan generatif.

Di perancangan saya untuk Taman Monumen Seiyo Sekato di Muaro Bungo yang belum bisa saya posting sekarang, saya mengambil bentuk dasar bunga bangkai sebagai skulptur taman yang akan menjadi ikon Kabupaten Muaro Bungo.

IMG_8832

Masyarakat juga menyuguhkan kami dengan makanan khas daerahnya. Kue di atas sebagai wujud dari bentuk penyambutan masyarakat terhadap tamu. Sayang sekali, saya lupa nama kuenya 😀 . Yang saya ingat ada kue yang bernama kue penuaan, yang diberikan kepada orang yang dituakan sebagai wujud penghormatan masyarakat kepada tamu yang dituakan. Kue penuaan tersebut diberikan kepada Ketua JDCC, berjumlah tujuh karena JDCC berusia 7 tahun. (Fotonya kelupaan 😦 )

IMG_8835

Di sana masyarakat juga memromosikan kerajinan tangan khas Desa Baru seperti mainan kunci di atas. Kerajinan tersebut ikut menaikkan pendapatan masyakarat sekitar. Gantungan kunci bertuliskan JAMBI di atas terbuat dari bambu yang dipotong kecil dan dicetak tulisan. Gantungan berbentuk tengkuluk terbuat dari kain. Tulisan JAMBI menunjukkan kekhasan daerah. Karena tulisan sangat mudah dikenali sebagai identitas daerah.

IMG_8840

Selain daerah Kota Jambi, pemasaran paling jauh hingga ke Pontianak. Kerajinan tangan ini juga sering diiikutsertakan dalam pameran-pameran daerah sampai ke Jakarta. Promosi benar-benar dilakukan maksimal. Jika kalian pernah melihat miniatur ini di Temphoyac (sebuah distro di Kota Jambi), maka miniatur ini berasal dari Muara Jambi. Dikerjakan oleh masyarakat setempat.

IMG_8844

Tas-tas anyaman di atas adalah kerajinan tangan yang dibuat oleh ibu-ibu di desa tersebut. Bernilai seni dan terbuat dari sampah. Gerakan ini ikut meminimalisir sampah anorganik yang dapat merusak lingkungan. Saya pernah melihat kerajinan ini di pameran yang diadakan di Museum Siginjai, Broni beberapa bulan lalu.

IMG_8884

Gambar di atas adalah detail dari tas tangan. Terbuat dari bungkus kopi ABC Mocca. Unik sekali bukan? Tas ini seperti anyaman dan kokoh sekali. Saya tau karena ibu saya memilikinya. Tas ini luar biasa tahan untuk mengangkat bawaan yang berat sekalipun. Tahan air dan cantik. Gerakan pemanfaatan sampah menjadi barang berguna bernilai seni ini ikut mewujudkan kota green.

IMG_8845

Bangunan sederhana di atas merupakan toilet. Didesain dengan batu bata ekspos, bukan dari kayu agar lebih tahan terhadap cuaca dan tidak mudah keropos. Di belakang toilet ini direncanakan jalan untuk tracking. ( Masih dalam tahap pengerjaan )

IMG_8849

Semboyan “Selamat Tibo Besak Begelar Kecik Benamo” ini merupakan semboyan masyarakat Jambi pada umumnya. Terbuat dari kayu potong yang dicat kuning pada tulisannya. Unik dan sederhana sekali namun tetap indah.

IMG_8852

Ups, abaikan model di atas dan sandal lepas. Saya ingin menunjukkan rumah-rumah panggung buatan masyarakat sekitar. Atap ijuk dengan dinding anyaman bambu ini dibangun oleh masyarakat setempat. Rumah panggung ini adalah rumah khas masyarakat melayu Jambi.

IMG_8854

Masyarakat juga menanam bibit cabe sebagai bentuk dari gerakan Jambi berkebun. Selain itu, tanaman ini juga bisa dimanfaatkan dan dipetik buahnya jika sudah berbuah.

IMG_8855

Sekali lagi, jangan perhatikan modelnya karena yang jadi objek saya bukan modelnya melainkan bangunan gubuk panggung tersebut yang unik khas melayu. Saya suka dengan tiang panggungnya yang dicat hitam dari potongan kayu tidak beraturan. Bagi saya, itu menjadi ritme yang unik.

IMG_8856

Selain itu, peringatan-peringatan ini ikut mengingatkan pengunjung untuk ikut menjaga kebersihan kawasan dengan tidak membuang sampah sembarangan.

IMG_8826

Saya suka sekali dengan suasana ibu-ibu yang sedang menumbuk padi ini. Saya sendiri tidak pernah melihat secara langsung momen seperti ini sebelumnya 😀

IMG_8858

Di antara foto yang lain, saya suka momen pada foto ini. Saya sering melihat momen ini sebelumnya. Natural sekali.

IMG_8859

Fokus bukan pada model, tapi saya ingin menceritakan bahwa kawasan ini adalah kebun duku. Salah konsep dari Pondok Brenti Desa Baru ini adalah agar pengunjung bisa menikmati bagaimana rasanya memetik buah duku langsung saat musim buah. Jarang-jarang pengunjung bisa merasakan rasa buah duku yang langsung dipetik dari batangnya. Biasanya saya sendiri bisa menikmati buah duku yang dibeli dari pasar saja. Saya tidak tau dari mana asal buah duku. Dan biasanya, rasa buah duku yang dibeli di pasar terkadang sudah layu ataupun busuk. Nah, di kawasan inilah pengunjung bisa menikmatinya langsung dari pohon. Seperti di Taman Mekar Sari, Bogor.

IMG_8869

Ini adalah salah satu rumah lainnya. Sementara baru ada 4 buah rumah panggung, 1 pendopo, 1 toilet, dan lapangan bermain di tengah kebun duku.

IMG_8876

Cantik kan? Iya donk… model… 🙂

IMG_8878

Gambar di atas adalah salah satu momen yang diciptakan oleh fotografer senior kemarin. Asik ya, duduk di teras rumah panggung sambil memilih padi. Hmmm… foto-foto saya jauh dari kata indah. Tapi saya pun ingin ikut memromosikan kawasan ini lewat blog saya.

Untitled-1

Kira-kira beginilah suasana Pondok Brenti Desa Baru. Belum terlalu dikembangkan karena dana yang terbatas. Dana yang diperoleh untuk membangun desa ini berasal dari dana iuran masyarakat sekitar. Sepertinya pemerintah harus ikut mendukung kegiatan masyarakat ini agar lebih berkembang dan menjadi desa wisata terpadu. Selain itu, menurut pemuda pelopor pembangun desa ini yang saya wawancarai kemarin, kawasan ini juga sering dijadikan area foto prawedding 😀

IMG_8893

Foto-foto di atas adalah foto kegiatan tim JDCC. Ramai bukan? Mereka adalah fotografer-fotografer profesional.

Semoga tulisan ini bermanfaat. Yuk, main ke Pondok Brenti Desa Baru 😀