Rumah Bidan Maya


Pendidikan Karakter Dimulai dari Sebuah Rumah

Beberapa waktu lalu saya didatangi seorang sahabat lama yang meminta saya untuk mendesainkan hunian untuk keluarga kecilnya. Bernama Ibu Maya, beliau adalah sahabat saya sejak kecil. Ibu Maya adalah seorang bidan yang bekerja di salah satu rumah sakit umum di Kota Jambi. Suaminya adalah seorang pegawai PLN kota Jambi. Saat ini mereka memiliki seorang anak laki-laki yang masih berusia 1 tahun.

Mereka sedang merencanakan rumah yang akan dibangun bertahap karena keterbatasan dana. Saya bantu mereka untuk membangun rumah tumbuh saja yang suatu hari mereka bisa kembangkan sendiri. Saya memberikan gambaran bahwa rumah yang direncanakan ini pengembangannya untuk 10 – 15 tahun ke depan.

Rumah tumbuh | Rumah Bidan Maya

Perspektif mata burung

Rumah tumbuh | Rumah Bidan Maya

Blok plan

Berada di lahan berukuran 10 x 30 meter. Lahan cukup panjang ke belakang dan bisa dikembangkan lagi jika mereka membutuhkan kebutuhan ruang di kemudian hari. Namun yang saya rencanakan saat ini adalah untuk pengembangan sesuai kebutuhan keluarga kecil tersebut. Dimana mereka hanya membutuhkan 3 kamar, 1 ruang keluarga, 1 ruang makan + dapur, 2 kamar mandi, dan 1 ruang tamu.

Untuk tahap pertama, mereka hanya butuh 1 kamar tidur karena anak mereka masih kecil dan masih tidur bersama orang tuanya, ruang tamu yang menyatu dengan ruang keluarga untuk area yang lebih lapang mengingat anak mereka yang masih balita begitu aktif sehingga membutuhkan area luas untuk bermain, meja dapur yang menyatu dengan meja makan karena aktifitas memasak sangat dekat dengan aktifitas makan, 1 garasi berkapasitas 2 motor, 1 carport jika suatu hari nanti mereka berencana untuk memiliki mobil, area taman depan yang cukup lapang jika suatu hari nanti mereka membutuhkan halaman untuk mengadakan acara atau hajatan.

Rumah tumbuh | Rumah Bidan Maya

Pengembangan tahap 1

Untuk tahap kedua, saya kembangkan lagi desainnya dengan adanya masa bangunan berikutnya yang terdiri dari 2 kamar tidur untuk anak-anak keluarga tersebut. Didesainkan 2 kamar karena mereka berencana memliki 2 anak saja, laki-laki dan perempuan. Diantara kamar anak tersebut, ada ruang keluarga kecil untuk anak-anak bermain bersama dan didesain menyatu dengan taman. Kesinambungan antara massa bangunan pertama dan kedua dihubungkan dengan taman dan jalan setapak kecil. Taman dengan panjang 10 x 3.85 meter cukup untuk area bermain anak-anak tanpa mereka harus keluar rumah. Dan ibu lebih mudah mengawasi anak-anak yang sedang bermain. Area taman belakang dapat dijadikan kebun sayuran bagi keluarga tersebut atau area cocok tanam mengingat ibu bidan menyukai cocok tanam bunga-bungaan. Suatu hari nanti, beliau dapat pula membuka usaha bibit bunga yang lahannya ada di belakang rumah mereka.

Rumah tumbuh | Rumah Bidan Maya | Denah Rumah Bidan Maya

Pengembangan tahap 2

Tampak depan rumah ibu bidan didesain manis dengan warna-warna natural. Kombinasi warna orange pada profil fasad, warna krem batu alam, warna orange ekspos bata yang diberi finishing coating, warna coklat pada atap, dan warna coklat kayu yang diberi finishing vernis distabilkan dengan warna putih pada plesteran. Kombinasi material dengan warna-warna alaminya tidak menjadikan bangunan rumah ini lebih mencolok dari rumah-rumah yang ada di sekitarnya seperti permintaan ibu bidan. Fasade yang didesain dengan kombinasi batu alam, profil, dan bata ekspos dimaksudkan untuk meminimalisir perawatan pengecatan berkala pada bangunan yang cukup memakan biaya setiap tahun.

Tampak Depan Rumah Tumbuh | Rumah Bidan Maya

Tampak depan

Tampak Kanan Rumah Tumbuh | Rumah Bidan Maya

Tampak kanan

Tampak Kiri Rumah Tumbuh | Rumah Bidan Maya

Tampak kiri

Tampak Belakang Rumah Tumbuh | Rumah Bidan Maya

Tampak belakang

Hubungan antar massa bangunan dihubungkan dengan pergola tanaman rambat untuk meneduhi. Bata ekspos yang dicoating bertujuan untuk meminimalisir pengecatan berkala. Jalan  setapak berbatu berfungsi untuk meredam percikan air hujan yang mengenai bangunan dan menyebabkan bangunan menjadi kotor. Dan taman antar bangunan ini menjadi area bermain bagi anak ketika ibu mereka sedang memasak atau bekerja membereskan rumah.

Courtyard | Rumah Tumbuh | Rumah Bidan Maya

Courtyard

Ruang diantara kamar ini juga menjadi area belajar anak dan juga area bermain mereka. Desainnya terbuka agar udara mengalir dengan lancar. Jika hujan turun, maka akan amat menyenangkan menyaksikan hujan dalam bingkai yang luas 🙂

Di usia 10 – 15 tahun, anak pertama Ibu Maya akan mulai membutuhkan privasi, untuk itulah massa kedua ini sudah mulai bisa dibangun. Dan di usia 10 tahun, orang tua dapat mengajarkan kemandirian pada anak. Dari usia anak 1 tahun hingga menjelang 10 tahun, Ibu Maya masih memiliki waktu 9 tahun untuk mengumpulkan dana membangun tahap 2 pada rumahnya.

Kamar anak didesain terpisah dari massa utama bertujuan untuk menjaga privasi anak yang akan terus tumbuh menjadi remaja dan dewasa. Semakin dewasa anak-anak, maka akan semakin membutuhkan privasi. Terpisahnya kamar anak dengan massa utama ini juga bermaksud untuk mendidik kemandirian anak. Mereka akan diajarkan untuk bisa mengurus diri mereka sendiri tanpa selalu ada bantuan dari orang tua mereka, juga agar mereka bisa merawat bangunan yang terpisah dari massa utama rumah layaknya mereka tidak tinggal bersama orang tua. Agar suatu hari nanti jika mereka harus terpisah dari orang tua mereka untuk tinggal di luar kota karena pendidikan atau pekerjaan, mereka sudah terbiasa mandiri. Massa belakang rumah ini pun dapat pula dijadikan kamar kos ketika anak-anak ibu bidan dan suaminya sudah tidak lagi tinggal di rumah ini.

Courtyard | Rumah Tumbuh | Rumah Bidan Maya

Courtyard

Terdapat pintu masuk dari samping bangunan menuju dalam rumah. Pintu tersebut diperuntukkan untuk nenek yang rumahnya di sebelah rumah ibu bidan ini. Hanya nenek yang bisa mengakses lewat pintu samping ini untuk menemui cucunya. Jendela besar yang dibingkai putih tersebut didesain unik agar bisa menjadi area duduk juga. Jadi, ketika anak-anak sedang makan, mereka bisa duduk di jendela sambil memandang taman yang akan ditanami bunga-bungaan oleh ibu bidan, dan merasakan hembusan angin yang memasuki celah rumah. Dari arah jendela ini pun orang tua bisa mengawasi anak-anak yang sedang bermain.

Courtyard | Rumah Tumbuh | Rumah Bidan Maya

Courtyard

Courtyard | Rumah Tumbuh | Rumah Bidan Maya

Courtyard

Sedikit gambaran interior rumah ini menunjukkan keluasan ruang berdasarkan fungsinya sebagai area perkembangan anak yang aktif. Dan ketika sedang ada acara hajatan, space yang luas ini mampu menampung banyak orang mengingat ibu bidan akan sering mengadakan pengajian di rumah.

Interior | Rumah Tumbuh | Rumah Bidan Maya

Interior

Interior dicat dengan warna yang beraneka ragam untuk menciptakan kesan ruang yang berbeda di setiap sudut. Juga untuk menghadirkan suasana yang ceria untuk perkembangan anak-anak mereka nanti. Dari ruang keluarga, dua buah jendela besar mampu mengalirkan udara dengan baik ketika dibuka.

Interior | Rumah Tumbuh | Rumah Bidan Maya

Interior

Warna-warna natural menjadikan rumah ini tidak mencolok di antara rumah-rumah yang ada di sekitarnya seperti permintaan ibu bidan.

Perspektif Tampak Depan | Rumah Tumbuh | Rumah Bidan Maya

Perspektif tampak depan

Pagar depan didesain rendah juga untuk menciptakan kesederhanaan. Agar ibu bidan masih bisa berkomunikasi dengan tetangganya ketika berkegiatan di halaman rumahnya.

Perspektif Tampak Depan | Rumah Tumbuh | Rumah Bidan Maya

Perspektif tampak depan

Perspektif Tampak Depan | Rumah Tumbuh | Rumah Bidan Maya

Perspektif tampak depan

Rumah merupakan tempat yang sangat berpengaruh bagi perkembangan sosial anak. Dari rumahlah pendidikan karakter dimulai. Di sini saya mencoba membantu menciptakan kemandirian anak lewat desain yang diminta oleh Ibu Maya. Saya berharap, konsep-konsep desain ini berfungsi dengan baik untuk jangka waktu yang cukup lama 🙂

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s